Ulul al-baabialah istilah khusus yang dipakai Al-Qur’an untuk menyebut sekelompok manusia pilihan semacam intelektual (ilmuwan muslim).istilah Ulul al-baab 16 kali disebut dalam Al-Qur’an dan bisa mempunyai berbagai arti tergantung penggunaannya. Ada berbagai pengertian mengenai ululo al-baab diantaranya sebagai berikut :
Menurut imam nawawi Ulul al-baab Ialah mereka yang berpengatuhan luas,suci, tidak hanyut dalam derasnya arus. Dan yang terpenting mereka mengerti, menguasai dan mengamalkan ajaran islam
Menurut Ibn Mundzir Ulul Al-baab ialah orang yang bertaqwa kepada Allah SW, berpengetahuan tinggi dan mampu menyesuaikan diri disegala lapisan masyarakat,elit ataupun marginal
Dalam A Concordance of Qur’an (Hanna E. Kassis,1983), kata ini mempunyai makna :
Orang yang memiliki pemikiran (mind) yang tajam atau kuat
Orang yang memiliki perasaan (heart) yang peka, sensitive atau yang halus perasaannya
Orang yang memiliki daya piker (intellect) yang tajam dan kuat
Orang yang memiliki pandangan aqtau wawasan (insight) yang luas dan mendalam
Orang yang memiliki pengertian (understanding) yang akurat, tepat atau luas.
Orang yang memiliki kebijakan (Wisdom), yakni mampu mendekati kebenaran, dengan pertimbangan yang terbuka dan adil
Jadi secara umum Ulul Al-Baab adalah orang yang mampu mengharmonisasikan kekuatan intelektual dan spiritual.
Kalau dalam arti kata ulul al-baab yaitu “sarjana”,”ilmuwan”, dan “intelektual”. Sarjana adalah orang yang lulus dari perguruan tinggi dan membawa gelar.ilmuwan adalah orang yang mendalami ilmunya, kemudian mengembangkan ilmunya, baik dengan pengamatan maupun dengan analisa sendiri. Sedangkan intelektual adalah orang yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakat, menangkap aspirasi mereka, merumuskan dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang, menawarkan strategi dan alternative pemecahan masalah.
CIRI-CIRI ULUL-ALBAAB
1. Bersungguh sungguh menggali ilmu pengetahuan
Menyelidiki dan mengamati semua rahasia wahyu (Al-Qur’an maupun gejala-gejala alam), menangkap hokum-hukum yang tersutrat didalamnya, kemudian menerapkannya dalam masyarakat demi kebaikan bersama
“sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantuinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul al-baab”(QS, Al Imron,190)
2. Selalu berpegang pada kebaikan dan keadilan
Ulul Al-Baab mampu memisahkan yang baik dan yang jahat, untuk kemudian memilih yang baik. Selalu berpegang dan mempertahankan kebaikan tersebut walau sendirian dan walau kejahatan dudukung oleh banyak orang.”Tiada sama yang buruk(jahat) dengan baik (benar), meskipun kuantitas yang jahat mengagumkan dirimu, bertakwalah hai ulul al-baab, agar kamu beruntung”(QS, AL-Maidah,100)
3. Teliti dan kritis dalam menerima informasi,teori,proporsisi,ataupun dalil yang dikemukakan orang lain
Bagai seorang mujahid ulul al-baab tidak mau taqlid kepada orang lain, sehinnga ia tidak mau menelan mentah-mentah apa yang diberikan orang lain, atau gampang mempercayai sebelum terlebih dahulu mengecek kebenarannya.”yang mengikutin perkataan lalu mengikutu yang paling baik dan benar, mereka itulah yang diberi petunjuk oleh allah, dan mereka itulah ulul al-baab”(QS Az-Zumar 18)
4. Sanggup mengambil pelajaran dari umat terdahulu
Sampai pada ciri-ciri ini, ulul al-baab tidak ada bedanya dengan intelektual yang lain. Tapi bila dilanjutkan ,maka ada nilai tambah yang tidak dimiliki oleh intelektual biasa
5. Rajin bangun malam untuk sujud dan rukuk dihadapan Allah SWT
Ulul Al-baab senantiasa membakar singgasana Allah dengan munajadnya ketika malam telah sunyi. Menggoncang Arasy-Nya dengan segala rintihan, permohonan ampun, dan pengaduan segala derita serta kebobrokan moral manusia di muka bumi. Ulul al –baab sangat dekat dengan Tuhannya.“(Apakah hai orang-orang musyrik yang lebih beruntung), ataukah orang beribadah diwaktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akherat dan mengharap rahmad Tuhannya. Katakanlah ‘Adakah nama orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui?’ sesungguhnya hanya ulul al-baab yang dapat menerina pelajaran”(QS Az-Zumar 9)
6. Tidak takut pada siapapun kecualin Allah SWT semata
Sadar bahwa semua perbuatan manusia akan dimintai pertanggung jawaban, dengan bekal ilmunya, ulul al-baab tidak mau berbuat semena-mena
Apabila ada pertanyaan APAKAH LULUSAN UIN SUNAN KALIJAGA TERMASUK ULUL AL-BAAB?? Jawabannya :\
Kembali ditanya apakah ciri-ciri itu ada pada lulusan atau sarjana dari UIN sunan kalijaga Yogyakarta, Sampai pada ciri-ciri keempat diatas ulul al-baab tidak ada bedanya dengan intelektual yang lain ilmuwan yang lain yang bukan muslim. Tapi bila dilanjutkan ke ciri selanjutnya ,maka ada nilai tambah yang tidak dimiliki oleh intelektual biasa yaitu Rajin bangun malam untuk sujud dan rukuk dihadapan Allah SWT dan Tidak takut pada siapapun kecualin Allah SWT semata. Apakah lulusan sarjana dari UIN sunan kalijaga memenuhi syarat kelima dan kejujuh? Jioka iya dapat disebut ulul al-baab.
Contoh ulul al-baab islam : ibnu sina, al khawarizmi, al farabi, at thusi, al biruni,bj habibi, biografinya yang memenuhi ciri-ciri diatas
0 comments:
Post a Comment