Masalah kerusakan lingkungan sekarang ini bukan lagi masalah kelompok tertentu atau pemerintah saja, namun ini adalah permasalahan internasional yang perlu didukung oleh segenap lapisan masyarakat dunia. Kerusakan yang terjadi di penghujung zaman ini telah diisyaratkan oleh Rasulullah jauh 1500 tahun yang silam. Kerusakan ini juga tidak terjadi karena tanpa sebab, ada banyak faktor yang melatar belakangi kerusakan alam tersebut. Penyumbang paling besar bagi terjadinya kerusakan lingkungan dan alam di dunia ini adalah negara negara super power yang notabene orang orang kafir, nasrani dan zionis. Eksploitasi alam besar besaran yang dilakukan otomatis mengganggu kestabilan ekosistem alam. Negara negara yang dalam banyak riwayat disebutkan sebagai basisnya markas Al Masikh Ad Dajjal. Negara yahudi atau pun negara kafir tersebut adalah perpanjangan tangan dari teror yang disebarkan oleh Dajjal. Dajjal di sini tidak diartikan sebagai sosok individu, tetapi ditafsirkan sebagai paham paham atau sistem jahiliyah yang ditetarapkan di negara negara yahudi. Tentunya sistem atau paham yang merugikan seluruh umat dunia. Isyarat kemunculan Dajjal seperti yang disebutkan Rasulullah telah terbukti, namun Dajjal yang muncul adalah Dajjal dajjal modern yang telah bertransformasi pada individu individu kafir dan paham paham liberal,” tutur Pembicara pertama Waryani Fajar Riyanto, M. Ag ditambahkan oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi bahwa kekayaan alam di dunia ini hampir 2/3 nya terdapat di Indonesia. Pelestarian dan kesadaran dari seluruh masyarakat mutlak diperlukan untuk menjaga keberlangsungan hidup anugrah Tuhan tersebut. Dunia sedang mengalami krisis kearifan lokal yang begitu parah sehingga melakukan eksploitasi alam yang besar besaran tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Prilaku hedonis, materialistis dan liberalis, inilah Dajjal yang sesungguhnya.
Launching Kajian Ilmiah ( Kail ) yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Islam dan Sains Teknologi Fak. Saintek ini dilaksanakan pada sabtu, Maret 2010 bertempat di ruang teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi. Menghadirkan dua pembicara yaitu Dra. Maizer Said Nahdi, M.Si ( Dekan Fak Saintek ) dan Waryani Fajar Riyanto, M.Ag. Acara tersebut cukup mengundang minat civitas akademika, hal ini dibuktikan dengan terisi penuhnya ruang teatrikal saintek. Kehausan akan ilmu mahasiswa harus selau diobati, untuk itulah kedepannya Kail akan rutin dilaksanakan.
By : FKIST
0 comments:
Post a Comment